HUBUNGAN URBANISASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA PEKANBARU DAN DUMAI
Keywords:
urbanisasi, pertumbuhan ekonomi, location quotient, aglomerasi, Pekanbaru, DumaiAbstract
Penelitian ini mengkaji hubungan antara urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Pekanbaru dan Kota Dumai pada periode 2021–2025. Dengan menggunakan analisis deskriptif data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan metode Location Quotient (LQ), studi ini mengidentifikasi sektor-sektor basis yang mendorong aktivitas ekonomi di kedua kota. Hasil menunjukkan bahwa perekonomian Pekanbaru didominasi oleh sektor perdagangan, konstruksi, dan jasa, sementara Dumai bertumpu pada industri pengolahan dan aktivitas kepelabuhanan. Urbanisasi di kedua kota didorong oleh perbedaan upah minimum regional, ketersediaan kesempatan kerja, dan fasilitas perkotaan. Analisis melalui teori aglomerasi menunjukkan bahwa kedua kota berada dalam fase kausalitas kumulatif positif, meskipun dengan intensitas yang berbeda. Temuan ini menyarankan bahwa pengelolaan urbanisasi yang berkelanjutan memerlukan perencanaan kota terpadu yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kapasitas infrastruktur.
References
Ali, H.S., Nathaniel, S.P., Uzuner, G., Bekun, F.V., & Sarkodie, S.A. (2020). Trivariate modelling of the nexus between electricity consumption, urbanization and economic growth in Nigeria: Fresh insights from Maki Cointegration and causality tests. Heliyon, Elsevier. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2020.e03507
Amaya, S. N., Mubarak, A., & Raharja, R. M. (2024). Dampak urbanisasi dalam kehidupan masyarakat kota. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 2(4), 116–126. https://doi.org/10.62383/risoma.v2i4.132
Arif, E., & Aswanto, A. (2024). Analisis pada penduduk yang pindah dan yang datang antar kab/kota di Kota Pekanbaru terhadap kemiskinan. Amerta: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(1), 10–19.
Badan Pusat Statistik. (2020). Proyeksi penduduk Indonesia 2015–2045. BPS.
Bappenas, BPS, & UNFPA. (2018). Proyeksi penduduk Indonesia 2015–2045 hasil SUPAS 2015. Bappenas.
BPS Kota Dumai. (2022). Produk Domestik Regional Bruto Kota Dumai Menurut Lapangan Usaha 2017–2021. Badan Pusat Statistik Kota Dumai. https://dumaikota.bps.go.id/en/publication/2022/04/05/59ff1dc9dd0c48812bed070d/
BPS Kota Dumai. (2023). Produk Domestik Regional Bruto Kota Dumai Menurut Lapangan Usaha 2018–2022. Badan Pusat Statistik Kota Dumai. https://dumaikota.bps.go.id/en/publication/2023/04/06/b1e70285b231b2ae785b4b2c/
BPS Kota Pekanbaru. (2024). Produk Domestik Regional Bruto Kota Pekanbaru Menurut Lapangan Usaha 2019–2023. Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. https://pekanbarukota.bps.go.id/en/publication/2024/04/04/dfe80fd069946b778d28f026/
BPS Provinsi Riau. (2024). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten/Kota di Provinsi Riau Menurut Lapangan Usaha 2019–2023. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. https://riau.bps.go.id/en/publication/2024/06/28/f25605eb6eeaeacf39c58cdd/
BPS Provinsi Riau. (2024, February 5). Pertumbuhan Ekonomi Riau Triwulan IV-2023. Berita Resmi Statistik. https://riau.bps.go.id/en/pressrelease/2024/02/05/1012/
Busso, M., Chauvin, J. P., & Herrera, N. (2021). Rural-urban migration at high urbanization levels. Regional Science and Urban Economics, 91, 103704. https://doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2021.103704
Charismahenny, A. B. (2023). Analisis dampak kegiatan urbanisasi terhadap perkembangan wilayah perkotaan. Proceedings of Pekan Akademik Masyarakat Ekonomi Pembangunan Indonesia Tahunan 2023, 1(1), 265–272.
Das, S., Mourmouras, A., & Rangazas, P. (2018). Economic Growth and Development: A Dynamic Dual Economy Approach (2nd ed.). Springer Texts in Business and Economics.
Databoks/Katadata. (2021, November 3). Perekonomian Kota Pekanbaru Paling Terpuruk di Riau pada 2020. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/03/perekonomian-kota-pekanbaru-paling-terpuruk-di-riau-pada-2020
Elfindri, Ekwarso, H., & Zamzami. (2019). Ekonomi pembangunan daerah. PT RajaGrafindo Persada.
Fadhilah, M.H. (2023). Analysis of leading economic sectors in Pekanbaru City. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN), 5(1), 38–45. https://doi.org/10.31092/jpkn.v5i1.2253
Glaeser, E.L. (Ed.). (2010). Agglomeration Economics. University of Chicago Press/NBER.
Glasson, J. (1990). An Introduction to Regional Planning. Hutchinson.
Hadijah, Z., & Sadali, M.I. (2020). Pengaruh urbanisasi terhadap penurunan kemiskinan di Indonesia. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 8(3), 290–306. https://doi.org/10.14710/jwl.8.3.290-306
Harjanti, D.T., Apriliyana, M.I., & Arini, A.C. (2021). Analysis of regional leading sector through location quotient approach, shift share analysis, and Klassen typology (Case study: Sanggau Regency, West Kalimantan Province). Jurnal Geografi Gea, 21(2), 147–158. https://doi.org/10.17509/gea.v21i2.38870
Hassan, M.E.E., & Pitoyo, A.J. (2017). Urbanization and economic development in Indonesia: Demographic perspectives analysis. Populasi, 25(2), 54–69.
Henderson, J. V., & Kuncoro, A. (1996). Industrial centralization in Indonesia. The World Bank Economic Review, 10(3), 513–540.
Hidayat, W. (2024). Dynamics of spatial transformation in Pekanbaru City during the era of regional autonomy. International Journal of Architecture and Urbanism, 8(1), 125–130. https://doi.org/10.32734/ijau.v8i1.15120
Higgins, B., & Savoie, D.J. (Eds.). (1988/2018). Regional Economic Development: Essays in Honour of François Perroux. Routledge.







